Peternak Babi Sudah Mulai Bangkit, Kasus Kematian Nihil

Peternak Babi Sudah Mulai Bangkit, Kasus Kematian Nihil

Peternak Babi Sudah Mulai Bangkit, Kasus Kematian Nihil

Peternak Babi Sudah Mulai Bangkit, Kasus Kematian Nihil – Peternakan Babi di Dusun Kawanan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan yang diresmikan pekan lalu diharapkan menjadi lokomotif penggerak ekonomi. Peternakan seluas dua hektar ini bisa menyerap tenaga kerja lokal di desa tersebut.

Peternakan babi yang dimiliki oleh PT. Anugrah Bersama Sukses (ABS) dibangun selam dua tahun sejak 31 Agustus 2015 hingga Oktober 2017. PT. ABS memiliki dua lahan Daftar S128 yang masing-masing seluas 1 hektar lebih.

Rencananya, peternakan babi ini nantinya akan bergerak pada bidang pembibitan dan penggemukan babi. Lahan seluas dua hektar ini bisa menampung 500 ekor induk babi dan 1500 ekor untuk penggemukan babi. Nantinya, sesuai kesepakatan antara PT.ABS dan warga, sebanyak 60 persen pekerja akan diambil dari warga setempat.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak terkait, terutama kepada warga setempat karena sudah mendukung pembangunan peternakan babi ini. Kami berharap bisa terus bekerjasama dengan warga setempat untuk membantu menyukseskan program pemerintah, utamanya menyerap tenaga kerja lokal” ujar Direktur Utama PT. ABS, Made Widiada belum lama ini.

#Kasus Kematian Babi Nihil

Peternak di Gianyar berangsur pulih pasca mewabahnya virus yang membuat babi mati massal mendadak. Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Raka, Kamis . Menegaskan,  dari awal  Juni 2020 sampai dengan pertengahan Juli 2020 ini, kasus kematian babi di Kabupaten Gianyar nihil.

Diakuinya, kasus kematian babi dari bulan Juni sampai pertengahan Juli 2020 ini tidak ada lagi. Berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya, angka kematian babi cukup tinggi.  Sebelumnya kasus kematian babi ini sempat membuat resah para peternak babi di Gianyar. Sebab, tidak sedikit peternak yang menjual babinya dengan harga yang rendah. “Babi dijual sangat murah karena kasus kematian cukup banyak. Astungkara sekarang sudah normal,” ungkapnya.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Fetrinier, Made Santiarka pun mengakui sejak bulan Mei 2020 tidak ada lagi laporan kematian babi mendadak akibat suspect ASF. “Sebelum bulan Mei lalu, angka kematian babi tercatat sebanyak 404 ekor. Namun, sampai pertengahan Juli 2020 ini tidak ada laporan kematian babi secara mendadak lagi,” terangnya.

Walaupun kasus kematian babi secara mendadak sudah nihil,  Ia meminta para peternak babi tetap disarankan untuk menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan ternaknya. “Semoga tidak akan ada lagi penambahan kasus kematian babi secara mendadak, agar para peternak babi bisa beternak tanpa dihantui rasa takut,” tandasnya.

 

Comments are closed.