Wisata Curug di Kaki Gunung Salak

Wisata Curug di Kaki Gunung Salak

Wisata Curug di Kaki Gunung Salak

Wisata Curug di Kaki Gunung Salak – Mengeksplorasi Bogor tidak akan pernah ada ujungnya. Terutama kalau kamu berniat menyambangi destinasi curug di Kota Hujan tersebut. Di kawasan kaki Gunung Salak, menjadi salah satu lokasi surganya air terjun tersembunyi.

berikut rekomendasi wisata curug di sekitar kaki Gunung Salak yang wajib kamu kunjungi. Mulai dari yang masih benar-benar alami, hingga yang mulai naik daun karena keeksotisannya.

1. Curug Puraseda

Dinamakan Puraseda karena curug ini terletak di desa Puraseda, kecamatan Leuwiliang, Bogor.

Akses ke curug tersebut hanya bisa dilewati dengan kendaraan roda dua karena kondisi jalan yang sempit dan sedikit berbatu.

Dari tempat parkir kendaraan, kamu masih harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit.

Di tebing sebelah kiri Curug Puraseda sebetulnya masih ada satu curug lagi yang bisa kamu nikmati. Hanya saja curug tersebut belum memiliki nama resmi sehingga pengunjung biasanya hanya akan menghabiskan waktu di Curug Puraseda.

2. Curug Tengah

Masih satu lokasi dengan Curug Puraseda, Curug Tengah adalah rekomendasi hidden waterfall berikutnya di kaki Gunung Salak.

Dari Curug Puraseda, kamu cukup melanjutkan trekking ke arah bukit di sisi kiri Curug Puraseda. Jalur yang cukup terjal menuntut kamu harus lebih ekstra hati-hati saat melewatinya.

3. Curug Cikuluwung

Beralih ke desa Cibitung Wetan, kecamatan Pamijahan. Ada air terjun kece yang terletak di antara dua tebing batu. Namanya Curug Cikuluwung.

Tebing bebatuan yang mengapit curug tersebut terlihat sangat artistik, berwarna cokelat kehitaman, dan tampak berkilau karena terkena cipratan air dari aliran sungai.

Di kawasan Curug Cikuluwung, ada tiga buah kolam air. Kolam pertama tepat berada di bawah aliran air terjun yang terlarang untuk berenang karena kedalaman kolam yang konon belum diketahui secara pasti.

4. Curug Idas atau Curug Cikuluwung 2

Jika ingin mencari curug dengan kolam air yang lebih besar, dari Curug Cikuluwung, kamu bisa sekalian mampir ke Curug Idas karena lokasinya cukup dekat.

Yang menarik, saat ini Curug Idas telah berganti nama menjadi Curug Cikuluwung 2 karena ada kejadian kelam yang menyertainya.

Kabarnya, dulu ada seorang penduduk setempat bernama Bapak Idas yang meninggal di aliran air sungai Cikuluwung. Demi memenuhi keinginan keluarga Bapak Idas untuk mengganti nama curug tersebut, maka warga di sekitar curug sepakat untuk menggantinya menjadi Curug Cikuluwung 2.

5. Curug Ciampea

Terakhir, ada Curug Ciampea. Perjalanan ke curug yang berlokasi di desa Tapos, kecamatan Tenjolaya ini gak kalah menantang. Kamu hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua untuk sampai ke kawasan Curug Ciampea.

Curug Ciampea memiliki debit air yang gak begitu deras. Kolam di bawahnya pun memiliki kedalaman maksimal satu meter saja.

Jadi, bakal sangat aman buat kamu menikmati kesegaran air yang begitu jernih dan dingin di curug tersebut. Hanya saja dasar kolam adalah bebatuan sungai yang sedikit sakit bila diinjak.

Comments are closed.